Pemeriksaan Penyuntingan Bahasa Indonesia
Rujukan ini membantu menyunting kalimat agar jelas tanpa mengubah klaim. Semua contoh di bawah buatan untuk latihan, bukan laporan tentang orang, tempat, atau peristiwa nyata. Jangan menambahkan nama, angka, pelaku, sebab, atau fakta ketika memperbaiki kalimat.
Rute penyuntingan
- Tandai klausa, pelaku/topik, tindakan/keadaan, dan hubungan antarklausa.
- Periksa rujukan kata seperti ini, itu, dan -nya, serta lingkup negasi, modalitas, jumlah, dan syarat.
- Rapikan ejaan dan tanda baca menurut EYD V. EYD mengatur ejaan dan tanda baca; pilihan susunan kalimat tetap perlu diuji dengan konteks dan maksud penulis.
- Baca hasilnya sebagai penutur yang dituju. Jika hubungan atau pelaku berubah, pulihkan informasi itu meski kalimat menjadi sedikit lebih panjang.
Pola yang perlu diperiksa
1. Pembuka keterangan tanpa subjek jelas
Pemicu: Rangkaian birokratis seperti “Dalam evaluasi ... menunjukkan ...” yang membuat pembaca sulit menentukan apa yang menunjukkan hasil.
Sebelum (buatan): “Dalam evaluasi program menunjukkan bahwa waktu tunggu turun.”
Sesudah (buatan): “Evaluasi program menunjukkan bahwa waktu tunggu turun.”
Pertahankan: Keterangan awal jika punya fungsi nyata dan klausa sesudahnya tetap jelas: “Dalam evaluasi program itu, waktu tunggu turun.” Jangan menambah pelaku evaluasi yang tidak disebut.
2. Sebab-akibat bertumpuk
Pemicu: “Karena ... sehingga ...” ketika satu hubungan sebab-akibat dinyatakan dua kali dan membuat batas klausa kabur.
Sebelum (buatan): “Karena jadwal berubah sehingga rapat ditunda.”
Sesudah (buatan): “Karena jadwal berubah, rapat ditunda.” / “Jadwal berubah sehingga rapat ditunda.”
Pertahankan: Dua penanda hanya bila masing-masing punya fungsi berbeda dalam kalimat yang lebih kompleks. Jangan ubah sebab menjadi sekadar urutan waktu. EYD V memakai koma untuk anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dan tidak memakainya bila induk mendahului anak kalimat (tanda koma).
3. Kata depan di/ke dan imbuhan di-/ke-
Pemicu: Bentuk seperti di kantor/dibaca, ke luar/keluar, atau ke dua/kedua.
Sebelum (buatan): “Laporan itu di kirim ke kantor.”
Sesudah (buatan): “Laporan itu dikirim ke kantor.”
Pertahankan: Tulis kata depan di dan ke terpisah dari kata sesudahnya; imbuhan ditulis serangkai. Periksa makna, karena ke luar (arah ke bagian luar) dan keluar (pergi/terbit) tidak selalu dapat saling menggantikan. Lihat aturan resmi kata depan dan kata turunan.
4. Penghubung antarkalimat dan tanda koma
Pemicu: Namun, oleh karena itu, atau jadi di awal kalimat yang disambung tanpa tanda yang tepat. Periksa juga koma yang keliru memisahkan subjek dan predikat.
Sebelum (buatan): “Data belum lengkap. Oleh karena itu hasil belum dapat dibandingkan.”
Sesudah (buatan): “Data belum lengkap. Oleh karena itu, hasil belum dapat dibandingkan.”
Contoh koma yang keliru (buatan): “Hasil evaluasi, menunjukkan waktu tunggu turun.” → “Hasil evaluasi menunjukkan waktu tunggu turun.”
Pertahankan: Namun dapat menjadi penghubung antarkalimat maupun bagian dari konstruksi lain; tandai fungsinya sebelum memberi koma. EYD V mencantumkan koma setelah ungkapan penghubung antarkalimat, termasuk oleh karena itu, jadi, dan meskipun demikian (tanda koma).
5. Rujukan kabur: ini, itu, dan -nya
Pemicu: Ada dua atau lebih calon rujukan, atau akhiran -nya dapat menunjuk orang/benda berbeda.
Sebelum (buatan): “Mira memberi berkas kepada Sari setelah dia selesai memeriksanya.”
Sesudah (buatan, jika konteks memastikan Mira pemeriksanya): “Setelah Mira selesai memeriksa berkas, Mira memberikan berkas itu kepada Sari.”
Pertahankan: Bentuk ulang hanya jika konteks memastikan siapa yang memeriksa. Jika konteks sumber tidak menjelaskan rujukan, tandai ambiguitas atau tanyakan; jangan menebak. EYD mengatur penulisan kata ganti -nya, tetapi penentuan acuannya bergantung pada konteks (kata ganti).
6. Klausa relatif: yang dan di mana
Pemicu: Deret beberapa yang, atau di mana dipakai untuk menghubungkan nomina dengan keterangan yang bukan lokasi.
Sebelum (buatan): “Tim menguji alat di mana hasilnya dicatat.”
Sesudah (buatan): “Tim menguji alat; hasilnya dicatat.”
Pertahankan: Gunakan di mana untuk lokasi jika memang merujuk tempat. Jangan mengganti klausa pembatas dengan frasa ringkas bila identitas kelompok atau syaratnya hilang. Batas “lebih dari dua yang” bukan aturan; ukur kejelasan dan pertahankan semua keterangan penting.
7. Modalitas, jumlah, dan negasi
Pemicu: Penyuntingan yang mengubah dapat/mungkin/harus, semua/sebagian, tidak/belum, atau posisi kata negasi.
Sebelum (buatan): “Sebagian peserta belum dapat mengakses semua berkas.”
Sesudah (buatan): “Sebagian peserta belum bisa mengakses semua berkas.”
Pertahankan: Jangan mengubahnya menjadi “Belum semua berkas dapat diakses oleh sebagian peserta”; posisi semua dan sebagian membuat cakupan berbeda. Jangan pindahkan atau hapus negasi, modalitas, atau kuantor sebelum memastikan cakupannya tetap sama.
8. Aktif/pasif dan pelaku
Pemicu: Pasif terasa panjang atau bentuk oleh tampak dapat dihapus.
Sebelum (buatan): “Formulir diperiksa oleh petugas.”
Sesudah (buatan): “Petugas memeriksa formulir.”
Pertahankan: Kedua bentuk mempertahankan pelaku dan tindakan dengan fokus berbeda. Jika pelaku tidak diketahui, jangan mereka-rekanya; jika tanggung jawab penting, jangan menghapusnya. Oleh bukan kata yang otomatis salah.
9. Paralelisme dalam daftar
Pemicu: Unsur yang dikoordinasikan berbentuk tidak sejajar sehingga hubungan tindakan/objek sulit dibaca.
Sebelum (buatan): “Tugas tim meliputi memeriksa berkas, pencatatan hasil, dan mengirim laporan.”
Sesudah (buatan): “Tugas tim meliputi memeriksa berkas, mencatat hasil, dan mengirim laporan.”
Pertahankan: Keseragaman bentuk membantu pembaca, tetapi jangan mengubah kategori atau penekanan yang memang berbeda. Untuk perincian, ikuti tanda baca sesuai struktur daftar; EYD V juga menjelaskan koma dan titik koma.
10. Kalke terjemahan dan frasa nominal
Pemicu: Rangkaian abstrak atau konstruksi yang terasa mengikuti urutan bahasa lain, misalnya “melakukan implementasi terhadap”.
Sebelum (buatan): “Tim melakukan implementasi terhadap rencana.”
Sesudah (buatan): “Tim menerapkan rencana.”
Pertahankan: Ganti hanya bila verba langsung menyampaikan tindakan yang sama. Jangan menghapus pelaku, aspek proses, atau istilah teknis yang memang dibutuhkan. Jika ragu, bandingkan dengan maksud sumber dan minta pembacaan penutur bahasa Indonesia; jangan mengklaim pola sebagai ciri model tertentu.
Batas bukti
EYD V adalah rujukan resmi untuk ejaan dan tanda baca. Contoh di atas merupakan latihan editorial, bukan klaim bahwa semua bentuk sebelum selalu salah atau semua bentuk sesudah selalu lebih baik. WMT 2025 Multilingual Instruction Shared Task menguji tugas LLM dalam 30 bahasa dan melaporkan variasi hasil lintas bahasa serta tugas. Temuan lintas bahasa itu tidak menetapkan ciri gaya khusus Bahasa Indonesia atau sidik jari model; gunakan contoh di sini sebagai pemeriksaan editorial yang menjaga makna.